Adam Malik: Pahlawan atau Pengkhianat?

Desember 8, 2008

Clyde McAvoy (mantan diplomat yang bertugas di Kedutaan Amerika di Jakarta pada 1961-1966):

Saya merekrut dan mengendalikan Adam Malik. Dia adalah pejabat Indonesia tertinggi yang pernah kami rekrut. ” -dalam wawancara kepada Tim Weiner, 2005 (Majalah Tempo, 1 Desember 2008)

Tim Weiner (penulis buku Legacy of Ashes, The History of CIA):

“Agen” adalah seseorang yang melakukan sesuatu atas permintaan perwira CIA. Anda harus paham bahwa perwira CIA sering menyamar menjadi diplomat pada Departemen Luar Negeri Amerika. Jadi sangat mungkin seorang agen asing mengira dia sedang berhubungan langsung dengan Departemen Luar Negeri, padahal dia sedang memberikan informasi kepada perwira CIA. Jadi, seorang agen bisa saja tidak tahu bahwa dia sudah direkrut. -dalam wawancara kepada Majalah Tempo, 1 Desember 2008

Hadidjojo Nitimihardjo (penulis pidato Adam Malik, Anak Tokoh Murba Maroeto Nitimihardjo):

Adam Malik memang pernah berhubungan dengan CIA, tapi itu bukan berarti dia agen CIA. Adam menjalin kontak dengan CIA karena mendapat tugas dari Soekarno untuk berunding soal Irian Barat dengan Belanda, dan Amerika Serikat sebagai mediator. Yang mewakili Amerika adalah diplomat kawakan Ellsworth Bunker. -dalam wawancara kepada Majalah Tempo, 1 Desember 2008

Rosihan Anwar (wartawan, kawan dekat Adam Malik):

Dia memang lincah, percaya diri, dan pandai memanfaatkan kesempatan. Tapi dia tak akan merendahkan harga dirinya dengan menjadi agen asing dengan bayaran Rp 50 juta. -dalam wawancara kepada Majalah Tempo, 1 Desember 2008

Asvi Warman Adam (Sejarahwan):

Itu menurut saya fitnah. Tuduhan yang tidak bisa dibuktikan karena hanya satu orang yang memberikan pernyataan: Clyde McAvoy. Dia saja yang menyatakan itu yang rekrut dia, terus dia lapor ke atasannya. Tidak ada bukti dia rekrut Adam Malik sebagai agen CIA. Dia bilang itu ke atasannya supaya dianggap berhasil saja. -dalam wawancara kepada Detik.com, (23/11/2008)

Syafi’i Maarif (Cendekiawan):

Saya tidak percaya, itu fitnah. Sebab Adam Malik itu pengikut Tan Malaka. Sosialis. Dana (yang diberikan CIA) itu bisa saja, kenapa dia harus dilibatkan dengan agen. CIA juga membiayai perang dingin Afghanistan, lalu kenapa Taliban tidak dikatakan agen CIA?! – dalam sebuah diskusi di Jakarta, 26 November 2008

2 Tanggapan to “Adam Malik: Pahlawan atau Pengkhianat?”

  1. malya Says:

    weits… ada bocoran info nih….
    kalau mengenai bukunya sendiri bagaimana?
    ada review mengenai bukunya. cukup menarik….

    Tan Malaka? sudah pernah dibahas?

  2. tinulad Says:

    Belum. Kita belum bahas Tan Malaka. Mungkin menyusul, menunggu momen yang tepat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: